Ilmuwan Temukan Salah Satu Penyebab Kiamat Bumi, Apa Itu?

Posted on

Apakah dunia akan segera kiamat?

TEMPO.CO, Jakarta – Kemungkinan terbaru penyebab kiamat bumi terungkap. Penelitian terbaru berhasil mengungkap ledakan supernova yang menyebabkan menipisnya lapisan atmosfer bumi, bahkan bisa menimbulkan kepunahan massal.

Astrophysicist dari Washburn University di Kansas Brian Thomas mengatakan bahwa ledakan tersebut mempengaruhi kehidupan di bumi. “Kami tertarik pada bagaimana bintang meledak mempengaruhi kehidupan di bumi dan ternyata beberapa juta tahun yang lalu ada perubahan dalam hal-hal yang hidup pada saat itu,” ujar Thomas kepada Astrobiology Magazine yang dikutip laman Express.co.uk, 22 Mei 2018. “Itu mungkin terhubung dengan supernova.”

Ilmuwan mempelajari fenomena tersebut selama jutaan tahun. Dan telah menemukan jika bintang mati dan mengalami supernova dalam jarak yang cukup dekat ke bumi, maka dapat mengakibatkan habisnya ozon planet.

Dengan mengamati supernova yang terjadi antara 2,5 dan 8 juta tahun lalu, pada jarak perkiraan sekitar 50 parsec (lebih dari 160 tahun cahaya), Thomas dapat menentukan bahwa mereka dapat mempengaruhi kehidupan di bumi. Laman Science Alert menyatakan, ilmuwan menemukan bahwa daripada menyebabkan skenario suatu gerakan yang menyebar luas (apokaliptik) yang tiba-tiba.

Kemudian aliran konstan partikel matahari dari supernova selama ratusan atau ribuan tahun akhirnya dapat menguras atmosfer bumi. “Ada bukti fosil yang terjadi sekitar 2,5 juta tahun yang lalu. Perubahan, terutama di Afrika, yang berubah dari banyak hutan menjadi lebih banyak padang rumput,” kata Thomas.

Thomas menambahkan bahwa, bukti menunjukkan kehidupan di bumi dipengaruhi oleh supernova yang relatif dekat, tetapi radiasi yang meningkat bisa memakan waktu ribuan tahun untuk terjadi. “Ini akan memungkinkan lebih banyak radiasi kosmik untuk merembes ke permukaan yang akhirnya menghasilkan kerusakan DNA yang ringan pada berbagai bentuk kehidupan,” tambah dia.

ASTROBIOLOGY MAGAZINE | EXPRESS.CO.UK | SCIENCE ALERT

Artikel Asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *